Sebuah keprihatinan karena anggapan ringan terhadap sebuah ilmu dasar. Bagaimana seseorang akan bisa belajar Teknologi Informasi Dan Komunikasi tanpa bisa (setidaknya) menjalankan program pengolah kata dengan lancar? Jaman memang berubah, sudah banyak mahasiswa yang lancar mengoperasikan komputer, namun di sisi lain masih ada yang sama sekali belum bisa. Apakah dibiarkan saja supaya berusaha sendiri mengejar ketinggalannya? Mungkin memang menghemat waktu….Namun bukankah pendidikan itu adalah sebuah proses? Sesuatu yang memang membutuhkan waktu? Bukan sesuatu yang instan, yang tidak bisa jadi dalam sekejap. Sesuatu yang tetap membutuhkan bimbingan? Yang membentuk seorang peserta didik laksana air menetes membentuk lubang pada sebuah batu? Ataukah HASIL yg penting? tidak peduli prosesnya, menghalalkan segala cara yg penting HASILnya? Penguasaan penuh terhadap sesuatu ilmu, akan menghasilkan adaptasi dan fleksibilitas serta kreativitas yg lebih daripada penguasaan yg setengah setengah. Ataukah memang cukup seperti itu? tidak heran banyak anak-anak kita yang mencontek, karena semua mata hanya tertuju pada HASIL…Tidak ada penghargaan pada ketulusan, iktikad baik, kejujuran, usaha keras, ketekunan, kesabaran dan budi pekerti yg baik, jika HASILNYA TIDAK KELIHATAN atau NILAINYA TETAP JELEK atau TIDAK LULUS.

Anak-anak kita adalah manusia dan bukan mesin….Pengetahuan dan pemahaman merekalah yang akan membentuk sikap, tingkah laku dan cara berpikirnya. Kalau yg mereka TAHU dan PAHAMI adalah HASIL saja maka itulah yg akan mereka kejar. Kadang kita beranggapan jika suatu tujuan sulit dicapai selama masa hidup kita, kita lalu mengatakan bahwa hal tersebut mustahil dan lalu kita tidak mau mengusahakannya, proses menuju tujuan itu pun tak akan disentuh. Hanya tujuan jangka pendek yang memenuhi benak kita, dengan mengabaikan tujuan jangka panjang dan prosesnya. Kesimpulannya: Kita semua wajib menghargai sebuah proses, lalu ajari, beritahu anak-anak kita dan pahamkan mereka bahwa PROSES yang benar LEBIH BAIK daripada HASILnya. Sayangnya sistem yg berlaku belum sesuai, namun selama kita tahu yang terbaik untuk anak-anak kita, Tuhan akan membantu setiap usaha kita. Amiin.