Nilai gizi jerami padi atau rice straw memang rendah, selain kandungan nutrisinya sedikit, nutrien yang ada di dalamnya pun tidak siap tersedia bagi ternak. Jerami padi perlu diperkaya dengan penambahan bahan pakan lain semacam dedaunan leguminosa yang bisa menjadi sumber nitrogen, sehingga nutrien dalam jerami menjadi lebih tersedia atau dapat dimanfaatkan oleh ternak. Mikroorganisme dalam rumen ternak menggunakan nitrogen tersebut untuk berkembang secara cepat dan kemudian mereka memecah nutrien pada jerami padi kedalam bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh ternak.

            Jerami padi dapat diperkaya secara langsung dengan mencampurnya dengan bahan pakan lain sebelum diberikan pada ternak. Beberapa metode yang sudah biasa digunakan adalah:

  1. Mencampur jerami padi kering dengan rumput atau legum segar dengan perbandingan 1:1.
  2. Menambahkan larutan garam (perbandingan segenggam garam dilarutkan dalam sekitar 4 liter air) dipercikkan ke jerami padi untuk sekali makan/pemberian
  3. Mencampurkan molasses ke jerami padi untuk sekali makan atau pemberian.
  4. Membuat Straw Mix, yaitu jerami dicampur dengan molasses/tetes dan konsentrat atau bisa diganti dedak. Perbandingannya jerami kering, dipotong-potong ukuran 5-8 cm sebanyak 6 kg, tetes tebu 2 kg dan dedak 2 kg. Jerami dicampur tetes terlebih dahulu baru dicampur dengan dedak. Campuran seberat 10 kg ini bisa digunakan untuk pakan sapi seberat kurang lebih 400 kg.
  5. Perlakuan dengan menggunakan urea sebagai sumber nitrogen. Perlakuan ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Baca juga artikel: Penggunaan urea, bagaimana?