Pembuatan Herbarium

A. Dasar Teori

  1. Herbarium adalah sampel tumbuhan yang dikeringkan. Herbarium berguna di dalam pengenalan dan identifikasi jenis-jenis tumbuhan.
  1. 1.  Herbarium yang baik adalah yang memuat bagian-bagian tumbuhan yang representatif, yaitu organ-organ yang penting untuk identifikasi.
  2. 2. Pada tumbuhan tingkat rendah organ-organ tersebut adalah spora atau kumpulan-kumpulan spora dan bagian bagian tertentu yang spesifik.
  3. 3. Sedangkan untuk tumbuhan tingkat tinggi, bagian-bagian tersebut berupa bunga, buah, dan biji karena dasar klasifikasi tumbuhan tersebut adalah struktur bunga. Karenanya sampel yang berupa bunga adalah syarat utama untuk berhasilnya identifikasi sampai ke tingkat suku atau spesies. Sedangkan organ-organ lain seperti akar, batang, dan daun sifatnya adalah tambahan.

B. Tujuan
Membuat herbarium untuk mengenal berbagai jenis tumbuhan.
C. Alat dan Bahan
1. Herbarium kit, meliputi sasak (pengepres) berupa anyaman bambu atau papan serta kertas koran dan potongan kardus seukuran kertas A3, gunting atau pisau, etiket gantung (untuk men-catat keterangan sampel ketika diperoleh di lapangan), etiket gantung (untuk mencatat keterangan pada kertas herbarium).
2. Kertas A3, dengan helaian kertas yang terlepas
3. Selotip dan lem
4. Pensil dan pulpen
5. Formalin atau alkohol

D. Cara Kerja
1. Ambillah sampel, berupa bagian-bagian tumbuhan yang representatif (bunga, buah, dan biji). Bisa juga ditambahkan bagian-bagian lain yang mendukung misalnya daun, akar, dan batang yang memiliki perawakan yang khas.
2. Letakkan sampel tersebut di atas kertas koran, kemudian dipres dengan sasak. Cara pengepresan adalah bagian paling bawah berupa sasak kemudian disusul dengan potongan kardus dan kertas koran di atasnya. Setiap sampel diberi pembatas berupa kertas koran, potongan kardus digunakan untuk membatasi setiap lima sampel. Satu set herbarium kit dapat digunakan untuk mengepres sampai 30 sampel, menyesuaikan dengan ukuran sampel-sampel tersebut. Untuk menghindari tumbuhnya jamur pada sampel-sampel tersebut dapat dilakukan dengan menyemprotkan formalin atau alkohol. Jangan lupa untuk memberikan etiket gantung pada setiap sampel, yaitu berisi keterangan mengenai nomor koleksi, tanggal pengambilan sampel, lokasi, dan nama jenisnya. Penulisan keterangan tersebut dilakukan dengan pensil.
3. Keringkan sampel-sampel tersebut dengan dijemur, dikering anginkan, atau diletakkan di bawah lampu pijar, atau suhu kamar dengan sering mengganti kertas koran setiap kali koran menjadi basah agar air tetap terserap hingga kering.
4. Setelah tiga hari, umumnya sampel-sampel tersebut sudah cukup kering. Keluarkan sampel-sampel tersebut untuk ditempelkan pada kertas herbarium (A3).
5. Sampel yang telah dikeluarkan dari sasak harus segera ditempelkan pada kertas herbarium dengan hati-hati. Bagian sampel yang akan direkatkan dengan selotip terlebih dahulu diberi sepotong kertas agar bagian lem dari selotip tidak bersentuhan langsung dengan sampel. Apabila sampel terlalu besar untuk ditempelkan pada kertas A3, sampel dapat dilipat atau dipotong pada bagian-bagian tertentu dengan hati-hati sehingga tidak menghilangkan ciri-cirinya.
6. Lengkapi herbarium tersebut dengan etiket tempel yang berisi keterangan mengenai tanggal, tempat diketemukan, habitatnya, nama penemu, catatan khusus, nama suku, dan nama spesies.
Penulisan keterangan tersebut dilakukan dengan pulpen. Etiket ini ditempelkan pada pojok kanan bawah dengan sedikit lem pada sisi kanannya.
7. Kumpulkan herbarium dari berbagai jenis tumbuhan (lumut, paku, dan tumbuhan berbiji), dengan komposisi minimal tiga jenis lumut, empat jenis paku, dan lima jenis tumbuhan berbiji. Lakukan identifikasi dengan buku-buku yang ada atau sarana identifikasi yang lain termasuk bertanya pada ahli botani.
8. Kumpulkan pekerjaan kalian sebagai pelengkap laboratorium sehingga dapat digunakan untuk kegiatan belajar selanjutnya.

E. Pembahasan
1. Berdasarkan herbarium yang berhasil kalian buat, jelaskan langkah-langkah yang efektif dalam mengambil sampel untuk herbarium.

2. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat herbarium.

3. Adakah di antara herbarium yang kalian buat terjadi kerusakan atau terserang jamur? Jelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

4. Jelaskan cara menggunakan herbarium untuk melakukan identifikasi jenis-jenis tumbuhan.

5. Buatlah deskripsi yang menggambarkan ciri-ciri setiap spesies tumbuhan yang ada dalam herbarium kalian dan juga kunci identifikasinya.

Catatan:
Proses pembuatan herbarium ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Terlebih untuk melakukan identifikasi sampai ketingkat suku dan spesies juga diperlukan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, percobaan ini bisa dijadikan sebagai proyek dengan alokasi waktu sekitar tiga bulan.

 

Membuat Herbarium

Alat- alat yg diperlukan :
1. karton/duplek
2. kertas koran
3. sasak dari bambu/tripleks
4. sampel tanaman
5. alat tulis

Cara Kerja
1. Ambil salah satu tanaman/ bagian dari tanaman

2. Ada  2 cara sebagi berikut:

Cara 1 :

Masukkan tanaman itu pada sasak bambu yang telah dibuat dan keringkan tanaman dengan penjemuran terhadap cahaya matahari.

Cara2 :

Atur posisi tanaman pada lembaran koran hingga rata. lapisi lagi dengan beberapa lembar koran, tangkup dengan tripleks pada kedua sisinya lalu tindih sehingga tanaman ter-press dengan kuat. ganti koran dengan yang kering setiap kali koran pembungkus tanaman basah. lakukan berulang-ulang hingga tanaman benar-benar kering.

3. Tanaman dikatakan kering jika sudah cukup kaku dan tidak terasa dingin.

4. Tanaman yang akan dibuat herbarium, sebaiknya memiliki bagian-bagian yang lengkap. jika bunga nya mudah gugur maka masukkan bunga tersebut dalam amplop dan selipkan pada herbarium. daun atau bagian tanaman yang terlalu panjang bisa dilipat.

5. Tempelkan tanamanyang telah dikeringkan pada karton dengan menggunakan jahitan tali/ selotip. usahakan kenampakan atas dan kenampakan bawah daun diperlihatkan.

6. Selesai

Herbarium merupakan tempat penyimpanan contoh koleksi spesimen tanaman/tumbuhan yang telah diawetkan (LIPI, 2010).

Koran digunakan sebagai bahan penyerap air yang ada dalam tanaman. Tapi koran yang digunakan harus sering diganti agar herbarium tidak rusak dan busuk.

Berikut langkah kerja cara membuat herbarium:

1. Kumpulkan bahan tanaman yang akan dibuat Herbarium

 2. Bersihkan tanah yang menempel pada akar tanaman

 3. Siapkan koran dan tempelkan bahan tanaman di atas koran

 4. Pengumpulan tanaman yang sudah ditempel pada kertas koran

 5. Penindihan tanaman dengan benda berat dan rata

 6. Herbarium Siap Dipindahkan dan Dilengkapi dengan Data Pendukung

Herbarium yang baik selalu disertai identitas pengumpul (nama pengumpul atau kolektor dan nomor koleksi) serta dilengkapi keterangan lokasi asal material dan keterangan tumbuhan tersebut dari lapangan. Herbarium dapat digunakan untuk mengawetkan spesimen tanaman, material peraga pelajaran botani, material penelitian, alat pembantu identifikasi tanaman, material pertukaran antar herbarium di seluruh dunia, bahkan bisa digunakan sebagai bukti keanekaragaman spesimen acuan untuk publikasi spesies baru (LIPI, 2010).