Gambar 1. Salah satu hasil rakitan penulis.

Siapa bilang merakit komputer itu sulit? Persoalannya adalah tinggal mau mencoba atau tidak. Otodidak? Bisa. Belajar dari rekan? Bisa. Kursus? Bisa. Ilmunya? Kita kupas ilmunya di sini.

Ilmu 1. Kuasai komponennya satu persatu. Kenali tipenya, bentuknya, fungsinya, harganya. Setidaknya anda tahu yg mana prosesor, mana motherboard, mana VGA, mana memori/RAM, mana harddisk dst. Anda tahu setidaknya sedikit mengenai tipe masing-masing komponen tersebut, bentuknya seperti apa, fungsinya untuk apa dan tahu harga kisaran masing-masing komponen. Anda bisa cek harganya di website jual beli komponen komputer.

Ilmu 2. Kuasai penggunaannya, pengoperasiannya, sistem operasinya, softwarenya, drivernya, BIOSnya, UEFInya. Setidaknya anda tahu bagaimana menghidupkan komputer, anda tahu anda pakai sistem operasi apa di komputer anda, anda tahu apa itu software, setidaknya tahu cara masuk ke BIOS atau UEFI pada motherboard komputer.

Ilmu 3. Kuasai diri sendiri. Ketelatenan, ketrampilan, keuletan, keberanian mencoba. Setidaknya anda yakin tidak grogi saat mencoba memasang komponen, tidak terlalu antusias untuk memaksa memasang komponen yg salah letak tanpa sengaja, cukup sabar untuk telaten mempelajari cara yg benar, cukup trampil untuk berani mencoba.

Ilmu 4. Kuasai alatnya. Obeng, Sekrup, sarung tangan dll. Setidaknya anda tahu obeng, pernah memegangnya, pernah melihat sekrup dan bisa memakai sarung tangan (tidak wajib)

Ilmu 5. Kuasai perawatannya. Kebersihannya, penempatannya dan kelistrikannya. Setidaknya cukup peduli untuk merawat sehingga mau mempelajari cara membersihkan komputer yg baik dan benar, tahu menempatkan dan paham pentingnya kelistrikan yg stabil.

HAL-HAL PENTING DALAM MERAKIT KOMPUTER

Beberapa hal yang disepelekan (namun sesungguhnya sangat penting) adalah:

1. Casing komputer. Sering terdengar istilah “Yang penting dalemannya, casing tidak penting. Ngapain casing mahal-mahal”. Hal ini bisa benar, namun tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Casing bagaimanapun menentukan secara estetika maupun fungsionalnya.

Secara estetika, casing yang penampilan luarnya bagus tentu lebih enak dilihat. Apalagi jika sering menggunakan komputer, kita tentu akan sering melihatnya setiap hari. Kalau bagus, tentunya bikin betah melihatnya bukan?

Secara fungsional (ini yang terpenting, bahkan bisa lebih penting daripada estetika), Casing yang secara fungsional baik, biasanya dirancang dengan estetika dan fungsi yg baik pula, dan kebetulan biasanya casing semacam ini harganya cenderung lebih tinggi. Harga memang tidak dapat dijadikan patokan, namun merek-merek tertentu memiliki kecenderungan didisain dan dirancang lebih baik dari merek-merek lainnya. Rancangannya meliputi dimensinya, apakah dimensi cukup untuk memasang pendingin prosesor yang besar, VGA yang panjang, tataletak rongga untuk penempatan komponen, presisi atau tidaknya casing tersebut untuk pemasangan komponen, kemudahan instalasi dan kemudahan manajemen kabel dan aliran udara. Bagaimana peletakan kipas casingnya, kualitas kipasnya, ada tidaknya dust filter, kemudahan membersihkan dust filter, bahan casingnya dst. Hal-hal ini penting diperhatikan karena akan menentukan usia komponen PC kita yang ada di dalam casing tersebut. Misalnya saja kalau casing tersebut rancangannya kurang bagus sehingga aliran udara di dalamnya terhambat, komponen PC akan kepanasan, akibatnya umur pakai PC kita juga akan berkurang. Belum lagi kalau casing tersebut kurang presisi, akibatnya pemasangan dan pelepasan komponen akan sulit dilakukan karena pemasangan menjadi tidak pas dan harus dipaksa, ini sangat rawan menyebabkan kerusakan pada komponen tersebut.

2. Power Supply Unit (PSU). Komponen satu ini kadar penyepeleannya lebih parah lagi, biasanya orang awam akan bingung terutama saat dihadapkan pada fakta bahwa PSU yang berkualitas itu tidak murah. Saat diterangkan tentang PSU yang berkualitas mereka antusias dan manggut-manggut namun selalu nampak kecewa dan menunjukkan penolakan kala tahu harganya tidak cuma 100 ribu namun bisa mencapai 400 ribuan, bahkan lebih. Itulah gunanya mempelajari lebih dalam mengenai masalah PSU ini. Biasanya kalau sudah tahu kemudian sadar, pengguna kemudian akan lebih memperhatikan mengenai hal satu ini.

3. Manajemen Kabel / Pengaturan Aliran Udara / Airflow. Sangat penting karena akan menentukan suhu operasional komponen dalam PC kita. Jika airflow baik, maka tidak akan ada udara panas yang terperangkap di dalam casing. Airflow yang baik akan mengakibatkan suhu dalam casing terjaga tetap dingin, tidak terlalu jauh dari suhu ruangan dimana kita menempatkan PC tersebut. Untuk yang ini memang hanya bisa dipraktekkan dengan optimal pada casing dengan rancangan yang baik. Pada casing dengan rancangan yang buruk, bisa dilakukan namun memerlukan usaha yang lebih keras dan sulit. Maka fakta ini makin menguatkan pentingnya pemilihan casing yang tepat untuk kita gunakan.

4. Penempatan komputer. Para pengguna yang kurang perhatian terhadap masalah komputer, biasanya menaruh komputer (casing berisi komponen PC didalamnya) dibawah meja di atas lantai yang dingin dan lembab, ditumpuki buku-buku, kertas-kertas dan lain sebagainya, kotor dan berdebu. Sementara di atas meja berdiri dengan anggunnya monitor LED 22 inch resolusi HD, dengan keyboard dan mouse wireless. Sebuah ironi yang perlu dihindari.

Penempatan berhubungan dengan airflow, jadi agar PC desktop anda bisa bernafas lega, dan tidak cepat kotor karena debu dan kelembaban dapat memperpendek umur pakai PC anda,  tempatkanlah di tempat seharusnya yaitu di desktop (atas meja). Kalau dibawah meja seharusnya namanya bukan PC desktop namun diganti menjadi PC deskunder.