Merakit komputer untuk desain grafis/3D modelling, tentu beda spesifikasinya dengan PC kantoran yang lebih banyak digunakan untuk mengetik dan browsing internet. PC kantoran bisa dipilih komponen yang lebih murah untuk digunakan dan tidak perlu se-powerful PC untuk keperluan 3D modelling.

Lebih bijaksana untuk membuat PC yang efisien, artinya PC tersebut dapat berfungsi secara maksimal sesuai dengan peruntukkannya. PC kantoran disebut efisien jika dia mampu berfungsi secara maksimal dalam aplikasi perkantoran (baca: tidak terlalu jauh performanya untuk mengetik dan browsing jika dibandingkan PC untuk 3D modelling).

PC kantoran juga sebaiknya fungsional artinya PC tersebut tidak memiliki keterbatasan fungsi untuk menjalankan tugasnya (baca: port tersedia lengkap, ada optical drive, PSU true power ukuran standar/tidak dibatasi daya listrik, sistem pendingin optimal). Kebanyakan PC kantoran yang kurang fungsional menghilangkan atau membatasi kemampuan PC tersebut terutama karena pemilihan casing komputer yang kurang tepat.

Untuk PC desktop, casing komputer-lah yang menentukan apakah sebuah PC bisa dipasangi optical drive atau tidak, apakah sistem pendinginnya optimal atau tidak,apakah masih bisa menggunakan PSU ukuran standar atau tidak (casing khusus mini ITX kebanyakan membatasi ukuran PSU yg bisa digunakan), apakah bisa dipasangi SSD (solid state drive) atau tidak, apakah mendukung motherboard mikro-ATX atau tidak (motherboard mini-ITX yang ukurannya kecil, jumlah dan kelengkapan port tentu tidak sebanyak motherboard mikro-ATX).

Dari pengamatan dan pengalaman Penulis, untuk membuat PC kantoran yang hemat tempat namun tetap fungsional kita harus memilih casing PC setidaknya yang berukuran mini tower (support mobo mini-itx dan mikro- ATX). Casing mini ITX (hanya support mobo mini-ITX) memang lebih hemat tempat, namun dia sangat jauh berkurang fungsionalitasnya seperti contoh-contoh fungsi/penggunaan yang diuraikan diatas.

Kesimpulannya adalah jika rekan-rekan semua, termasuk para mahasiswa, jika ingin merakit PC kantoran yang hemat tempat dan juga fungsional, pertama-tama pilihlah casing mini tower yang memenuhi kriteria:
1. Sistem pendinginan atau air flow optimal. Bacalah review-review di internet dari sejumlah casing kategori mini tower yang tersedia di pasaran Indonesia, lalu pilih casing yang mampu mendinginkan komponen didalamnya dengan cukup baik, dengan pembanding adalah kemampuan pendinginan dari casing ukuran mid tower. Lebih diharapkan lagi jika casing mini tower tersebut memiliki fitur dust filter seperti pada casing mid tower, full tower atau ultra tower.
2. Masih bisa dipasangi PSU (Power Supply Unit) berukuran standar, yang umum ada di pasaran, sehingga banyak tersedia sehingga tidak perlu mencari PSU berukuran khusus.
3. Masih memiliki tempat untuk memasang optical drive dan harddisk berukuran standar (3.5″)
4. Karena mini tower tentu bisa dipasangi motherboard berukuran mikro ATX, tidak dibatasi pada hanya bisa dipasangi motherboard mini ITX. Jumlah dan kelengkapan port pada mikro ATX juga akan lebih banyak dan lebih lengkap daripada mini ITX.
5. Karena mini tower tentu masih bisa dipasangi VGA card add on jika misalnya VGA onboardnya mengalami kerusakan.

Contoh rakitan menggunakan casing mini tower yg mendukung motherboard mini-ITX dan mikro-ATX

 CM N200

Di bawah ini adalah contoh link dari beberapa review tentang casing PC mini tower dan mini ITX, selamat belajar!

Review casing PC ukuran mini-ITX

http://us.hardware.info/reviews/3850/12-mini-itx-chassis-review-compact-quality

http://www.bestcovery.com/best-computer-case

 

Contoh casing ukuran mini tower

http://www.coolermaster.com/category.php?category_id=20

 

Perbedaan ukuran yang dibahas di salah satu forum komputer

http://www.overclock.net/t/94286/mini-tower-mid-tower-full-tower-whats-the-difference